.: Pengajian Aisyah Melbourne :.

Pengajian Aisyah untuk Farewell Mbak Kesi

Pengajian Aisyah untuk Farewell Mbak Kesi

Menjadi istri international student di sini ternyata emang enak, suasananya kondusif untuk belajar juga. Banyak sarana untuk menggali ilmu terutama ilmu agama, bekal kampung akhirat. Setelah halaqohku terkendala, akhirnya aku memutuskan bergabung dengan Pengajian Aisyah yang beranggotakan istri para mahasiswa dan beberapa mahasiswi yang sedang belajar di Melbourne.

Pertemuan yang hangat membuatku betah berada di antara mereka, saudari-saudari sebangsaku. Biasanya pengajian ini diadakan setiap 2 minggu sekali, bertempat di rumah anggota pengajian yang tentunya bersedia repot, hehe… Ga dink, ibu-ibu yang dapat rezeki ketempatan ini baik hati sekali, udah repot nyediain tempat, juga memasak aneka cemilan dan makan malam bagi teman-teman. MasyaAllah, hanya Allah yang dapat membalas dengan ganjaran pahalanya. Selain makanan yang yummie itu, pembicara yang dihadirkan pun asyik banget kajiannya. Udah kenyang, dapat banyak ilmu akhirat, ketemu teman-teman seperjuangan, siapa yang menolak coba, hehe….

Obrolan kami pun ga jarang masih berlanjut di forum whatsapp. Sampe akhirnya terbetik ide membuat blog yang akan menampung semua ide, usulan, hingga pikiran selayang pandang dan serba-serbi hidup di negeri asing yang muslimnya minoritas ini. Alamat blognya ada di http://PAisyah.melbourne@blogspot.com.au. Harapannya ide yang tumbuh dari sekelompok muslim di sini dan diabadikan dalam bentuk tulisan, sekecil apapun akan bermanfaat bagi negeri tercinta, Indonesia. Blog ini akan kami rawat bersama walaupun tentu bukan hal yang mudah mengingat anggota pengajian terdiri dari ibu-ibu dan mahasiswi padat aktivitas. Tapi tentunya ga akan menjadi penghalang besar demi memajukan Indonesia seperti yang kami impikan meski sumbangsihnya hanyalah sebait goresan pena. Aamiin….

Posted from WordPress for Windows Phone

.: Ceritaku Ikut Pemilu di Melbourne :.

Kedatangan kami ke Melbourne sekeluarga bertepatan dengan tahun politik di Indonesia. Itu artinya, aku dan mas bakal ngerasain nyoblos untuk kali pertama di Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Melbourne. Sempat was-was pada awalnya karena pendaftaranku secara online di http://pplnmelbourne.com.au gagal. Syukurlah ada ibu-ibu dalam komunitas pengajian wanita yang memberiku nomor kontak pegawai KJRI yang tugasnya mendata pemilih baru di sini. Setelah sms ke nomor beliau dan memberikan alamat emailku, aku dikirimi formulir pendaftaran yang harus diisi dan dikirimkan balik ke beliau melalui fax atau email. Kalo Mas, karena mendaftar lebih awal, beliau dapat undangan yang dikirimkan via pos seminggu sebelum Pemilu diadakan di sini.

Tanggal 5 April 2014 adalah jadwal Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Melbourne memberikan hak suaranya. Tempat Pemungutan Suara di KJRI buka sejak jam 9 pagi hingga 8 malam waktu Melbourne. Tapi penghitungan suara tetap akan dilakukan tanggal 9 April, barengan dengan Pemilu di Indonesia. Kami sekeluarga berangkat dengan diiringi ocehan Faqih dan Nizar yang sibuk bertanya, “Mo ke mana?”, “Nyoblos itu apa?”, “Pemilu itu apaan?”. Hadeeuuuh…. hahaha…. Oh iya, jangan lupa membawa paspor yaa.

Sampe di KJRI pukul 12 siang, uda rame euy. Banyak stand makanan khas Indonesia dan para WNI yang sibuk beramahtamah. Saya nyempetin mejeng dulu di depan gerbang KJRI sebelum masuk ke area pencoblosan.

SavedPicture-20144714153.jpgBedanya penyelenggaraan Pemilu di luar negeri, selain dari penundaan proses penghitungan, adalah kertas suara yang diberikan kepada pemilih hanya 1, yakni untuk memilih anggota legislatif DPR. Ga kayak di Indonesia yang memilih DPR, DPRD Provinsi dan Kota serta DPD (4 kertas suara). Nambah wawasan deh jadinya.

Pemilu kali ini katanya lebih semarak daripada Pemilu tahun 2009. Saking banyaknya WNI yang datang, stand makanan itu ampe ketutupan manusia yang berlalulalang. Ini mau nyoblos atau wisata kuliner-an siy, hihi…ketauan ya. Lirak-lirik, tapi belum ada yang cocok di selera saya. Ada stand kambing guling tapi super rame dan harus antre 15 menit. Pamfletnya buat ngiklan juga kocak, hihi…

SavedPicture-201447141513.jpg

Dan akhirnya, duo Faqih Nizar yang berangkat dalam keadaan riang, pulangnya dalam keadaan tepar, wkwkwk….

SavedPicture-201447141531.jpg

 

.: Milad di Melbourne :.

“Keren banget niy si Ibu, ultah di negeri orang”, komentar salah seorang temenku di beranda facebook.

Iyaaa… Pas banget tanggal 3 April usiaku bertambah. Jauh di negeri orang, di benua¬†seberang. Biasanya bisa ngumpul dengan orang tua dan adik-adik tercinta. Sekarang…. Ah tak apa, biar jadi cerita di masa depan. Yang penting ada suami dan anak-anak tersayang, itu lebih dari istimewa.

Usia hanyalah bilangan pertambahan dari waktu ke waktu,

Momentum untuk menjadikannya sebuah refleksi diri,

Seberapa banyak bekal telah dikumpulkan bagi kehidupan di kampung akhirat kelak,

Alhamdulillah Allah masih memberi tarikan nafas hingga detik ini,

Untuk mengingat akan kematian,

Dan untuk selalu bersyukur akan setiap tetes nikmat-Nya